Waste Technical Officer – Malang

  Lokasi: Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang Durasi: 1 Maret – 30 September 2026 (7 bulan) Batas Lamar: 27 Februari 2026, 23.59 WIB   Tentang Posisi Yayasan BINTARI membuka kesempatan bagi profesional berpengalaman untuk bergabung sebagai Waste Technical Officer dalam implementasi Program BERSIH Indonesia. Posisi ini berperan penting dalam mendukung operasional, peningkatan kinerja layanan, dan penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis pemilahan

Ketika Negeri Mengelola Sampahnya Sendiri: Peluncuran Layanan Sampah Mandiri di Tanah Rata, Kecamatan Banda

Di sebuah bangunan sederhana yang berdiri di tepi permukiman Negeri Administratif Tanah Rata, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, warga berkumpul pada Rabu, 11 Februari 2026. Mereka datang bukan sekadar menghadiri seremoni, melainkan menyaksikan peluncuran Layanan Pengelolaan Sampah Mandiri, sebuah langkah kecil yang bagi negeri kepulauan ini terasa seperti penanda babak baru. Di ruang itu, pengelolaan sampah menjadi urusan bersama yang

Konsultan Evaluasi Kampanye Perubahan Perilaku Pengelolaan Sampah

  Yayasan BINTARI menjadi pelaksana teknis Program Bersih Indonesia dan telah memfasilitasi ekspansi layanan sampah di 12 desa dari 17 Maret 2025. Ekspansi layanan dilakukan secara bertahap dengan tahap pertama diikuti oleh Desa Tulusbesar, Kenongo, Wringinanom, dan Duwet Krajan. Layanan tahap kedua dimulai pada 10 Juni 2025 dan diikuti oleh Desa Benjor, Jambesari, Kambingan, dan Jeru sedangkan layanan tahap ketiga

Kader Lokal: Penerjemah Budaya dalam Transformasi Pengelolaan Sampah di Maluku Tengah

Sampah, dalam pandangan Program PLASMA-B bukanlah masalah teknis yang menanti solusi dari luar. Di Maluku Tengah, khususnya di empat negeri yaitu Mahu, Ouw, Tanah Rata, dan Pulau Rhun sampah dipahami sebagai cerminan dari cara hidup komunitas sebagai bagian dari tata sosial dan budaya lokal. Inilah mengapa program ini memulai perjalanannya dengan mengidentifikasi dan melatih para “penerjemah budaya” atau kader lokal

Dulu sama-sama miskin, mengapa beberapa negara Asia ini bisa jauh lebih kaya?

Beberapa negara di Asia memiliki sejarah kemerdekaan dan pasca perang yang serupa. Sama-sama terjajah, kalah perang, terbelakang, dan miskin, dengan beberapa pengecualian. Diantara negara-negara itu, saya ingin membandingkan beberapa negara yang pada tahun 1950an memiliki pendapatan perkapita yang kurang lebih setara. Saya memilih delapan negara Asia yakni Cina, Korea Selatan, Jepang, Filipina, Vietnam, Pakistan, India, dan tentu saja Indonesia.  

Mengupas Isu Sampah dan Keadilan Gender di Banda

Oleh: Ahmad Muzakkir – Gedsi Officer Program Plasma-B BINTARI   Banda: Surga Wisata Tanpa “Toilet” Saya telah menghabiskan kurang lebih 5 bulan di Banda Neira semenjak kedatanganku pada Pertengahan bulan Juni 2025 lalu dan pada 2 bulan pertama saya selalu meluangkan hampir setiap hari berdiri di dermaga Pelabuhan Banda Neira sesaat sebelum mentari memecah kabut di atas laut Banda. Di

Perkuat Pengelolaan Sampah, Mahasiswa UNNES Terlibat Aktif dalam Penyusunan Buku Profil Bank Sampah bersama BINTARI Foundation

  Pengelolaan sampah berbasis komunitas merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih dan berkelanjutan. Bank Sampah berperan sebagai titik penggerak masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah secara mandiri di tingkat lingkungan (RT, RW, maupun kelurahan). Sebagai bentuk pendokumentasian atas kondisi, aktivitas, dan perkembangan Bank Sampah di Kota Semarang, maka disusunlah Buku Profil Bank Sampah ini. Dokumen ini menjadi

Kurangi Sampah Plastik Sekali Pakai, Program Plasma-B Gelar Edukasi, Pembagian Tumbler, Dispenser dan Galon Guna Ulang di SDN 250 Maluku Tengah

  Maluku Tengah, 19 November 2025 – Program PLASMA-B (Program Melindungi Keanekaragaman Hayati Wilayah Maluku Tengah dengan Pengelolaan Sampah Plastik) merupakan inisiatif Yayasan Bina Karta Lestari dengan menggaet organisasi lokal Toma Majo Lease, dengan bantuan pendanaan dari UK OCEAN. Program ini bertujuan untuk menanggulangi permasalahan pencemaran plastik yang mengancam ekosistem darat dan laut di wilayah Maluku Tengah. Sampah plastik, terutama

Program Plasma-B Gelar Edukasi Pengurangan, Pemilahan, dan Bahaya Sampah di SDN 211 Maluku Tengah

Maluku Tengah, 11 November 2025 – Program PLASMA-B (Program Melindungi Keanekaragaman Hayati Wilayah Maluku Tengah dengan Pengelolaan Sampah Plastik) merupakan inisiatif Yayasan Bina Karta Lestari dengan menggaet organisasi local Toma Majo Lease, dengan bantuan pendanaan dari UK OCEAN. Program ini bertujuan untuk menanggulangi permasalahan pencemaran plastik yang mengancam ekosistem darat dan laut di wilayah Maluku Tengah. Sampah plastik, terutama yang

BINTARI melalui PLASMA-B : Membentuk Pokja Pengelolaan Sampah di Pulau Saparua, Pulau Banda, dan Pulau Rhun, Maluku Tengah

Pulau-pulau kecil di Maluku memiliki wajah indah sekaligus tantangan yang kompleks. Pulau Saparua dan Pulau Banda, yang termasuk dalam Kabupaten Maluku Tengah, saat ini tidak memiliki Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Kondisi geografis yang terpisah laut, akses transportasi yang mahal, serta infrastruktur terbatas membuat layanan pengumpulan sampah rumah tangga praktis tidak tersedia. Warga selama ini