• CERITA PERUBAHAN

Opa Simon, Menjemput Harapan di Tengah Perubahan

  Di Desa Repi, bertani adalah kehidupan. Setiap pagi, para petani memulai harinya dengan harapan, bercocok tanam di sawah dan ladang mereka. Namun, bagi petani seperti Bapak Simon Sayeng yang akrab dipanggil Opa Simon, harapan itu sering kali berbenturan dengan kenyataan pahit perubahan iklim.   “Dulu, bertani lebih mudah diprediksi,” kenang Opa Simon. “Musim kemarau dan hujan datang teratur. Kami

Bank Sampah Warloka Pesisir Siap Jaga Lingkungan dari Sampah

  Desa Warloka Pesisir di Labuan Bajo, yang terkenal dengan keindahan alam dan potensi wisata lautnya, kini melangkah maju dalam pengelolaan sampah dengan mendirikan “Bank Sampah Warloka Pesisir.” Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya yang digagas oleh divisi WASTE  kelompok WASH di desa tersebut yang sudah dibentuk sebelumnya melalui Program PEKA IKLIM yang diinisiasi oleh Yayasan Bintari, dengan dukungan dari

Pengendalian Sampah di Kota Semarang melalui Program CCBO

Kota Semarang, Kota Makassar, dan Kota Ambon menjadi kota percontohan dalam proyek ini. Menggandeng mitra lokal dan juga para ahli internasional, CCBO menerapkan dan menguji pendekatan lokal yang relevan dan berkelanjutan untuk menurunkan sampah plastik yang hanyut ke laut. Kota Semarang menjadi perhatian dalam proyek ini karena beberapa faktor, antara lain (1) masih kurangnya aksi signifikan dalam memperbaiki pengelolaan sampah;

Siti Kusbandiyah : Selamanya Perosok Keliling

Mak Siti merupakan salah satu perosok keliling yang bergabung sebagai kolektor untuk aplikasi antar-jemput sampah Ambilin. Ambilin merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh BINTARI dan Program Rethinking Plastics serta The Incubation Network untuk mempermudah dan mempercepat layanan sampah, pengumpulan bahan daur ulang, dan donasi barang bekas di masyarakat serta pelaku daur ulang. Aplikasi ini diharapkan bisa menjadi solusi sampah perkotaan yang

Mr. Supardi: “Build Back Better from Flooding through Waste Bank”

Mr. Supardi still remembers when he had an out of town trip at the end of January 2021 and received a call from village about flooding. The call shocked him, “It was uncommon disaster in Songbanyu since the last few years.” When he arrived, He saw how flash flood had damaged bridges, farmland, houses, and inundated residents’ settlements. This incident

Seedling Mentorship Program to Build Inclusive Climate in Villages

Sulyadi (47 y.o.) commonly called Pak Sul spontaneously accepted the offer to join the seedling mentorship program. Sulyadi was interested to join this program because he wants to learn the seedling activity. He hopes that seedling can be an alternative livelihood as he cannot fully rely on his primary livelihood, split stones making.   In terms of livelihood, climate change