JAGA MANGROVE, BINTARI LATIH OLAH GERAK PERAHU UNTUK KOMUNITAS

Komunitas sedang melakukan monitoring mangrove yang ada di pesisir desa Pencakaran

Pekalongan – Yayasan Bina Karta Lestari (BINTARI) melalui Program TANGGUH (Peningkatan Tanggap Darurat dan Pemulihan Bencana Lingkungan) bersama SAR Bumi Santri Kabupaten Pekalongan melakukan kegiatan peningkatan kapasitas Olah Gerak Perahu dalam rangka mencegah rusaknya kawasan mangrove akibat penebangan pohon mangrove secara liar, serta meningkatkan kepedulian Masyarakat terhadap lingkungan pesisir. Agenda ini dilaksanakan Sabtu, 8 Juni 2024 di Sungai Sengkarang Kabupaten Pekalongan.

 

Tim SAR sedang memperkenalkan mesin tempel perahu kepada komunitas

Dimulai dengan pengenalan Alat Pelindung Diri (APD) yang wajib digunakan saat menggunakan perahu, mulai dari Pelampung, Helm hingga Alas kaki. Pengenalan bagian mesin tempel pada perahu dan yang terakhir materi mengenai bagian perahu, jenis perahu dan cara perawatannya. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan praktek olah gerak perahu yang dilakukan di Sungai Sengkarang dan secara langsung melakukan monitoring mangrove yang ada di Pesisir Desa Pecakaran. Kegiatan ini diikuti oleh 10 orang dari Pemerintah Desa, Kelompok Kerja (POKJA) Desa Pecakaran, BUMDes dan Masyarakat dengan 4 narasumber.

 

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok dalam penggunaan dan perawatan perahu, utamanya perahu karet yang akan digunakan sebagai transportasi utama dalam melakukan Patroli mangrove di Pesisir Pantai Desa Pecakaran dan sekitarnya. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sebagai usaha dalam menangani perubahan iklim dan mengurangi aksi penebangan  mangrove serta penggunaan bahan kimia yang berlebihan.

 

Perwakilan Pemerintah Desa, Kelompok Kerja Adaptasi Perubahan Iklim Inklusif (POKJA APII), BUMDes Daya Mandiri Pecakaran dan Perwakilan Masyarakat semua terlibat aktif dalam kegiatan ini. Desa Pecakaran dipilih karena memiliki potensi baik alam maupun lembaga, selain itu pesisir Pecakaran juga telah ditanami lebih dari 30.000 bibit mangrove dan pelindung mangrove yang harus terus dijaga. Harapannya dengan meningkatnya kapasitas masyarakat dalam menjaga mangrove, mangrove akan terus bermanfaat dalam melindungi ekosistem pesisir dan mencegah dampak perubahan iklim

Bagikan :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *