Pertengahan era 80-an, sebuah pencemaran lingkungan telah terjadi di Kota Semarang. Pencemaran bersumber dari pembuangan air limbah industri ke sungai sehingga mengganggu perkampungan dan area tambak. Pencemaran ini diduga dilakukan oleh perusahaan asing, menjadikannya kasus pertama pencemaran lingkungan oleh industri penanaman modal asing (PMA). Hal ini segera menyita perhatian berbagai pihak termasuk dunia internasional.
Berbagai demonstrasi dilakukan menuntut dihentikannya pencemaran industri. Demonstrasi diinisiasi oleh mahasiswa, akademisi, professional maupun tokoh masyarakat. Masalah pencemaran ini akhirnya tuntas namun menjadi tonggak kesadaran baru dalam melestarikan lingkungan.
Belajar dari kasus ini, inisiator gerakan melihat perlunya wadah dalam memperjuangkan perlindungan lingkungan. Lima inisiator gerakan kemudian menginisiasi berdirinya sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Pada tanggal 15 Februari 1986, lembaga baru ini disahkan dengan nama Bina Karta Lestari(BINTARI).
VISI :
Menjadi mitra unggul dalam transformasi masyarakat dan berkelanjutan
Misi :
Meningkatkan kapasitas jaringan dan akses masyarakat dalam mengelola lingkungan yang berkelanjutan dan berketahanan
Visi dan misi yang akan BINTARI capai melalui serangkaian program
dan kegiatan dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip dan nilai-nilai dasar
sebagai berikut:










Ketua Yayasan Bintari

Direktur Eksekutif

Direktur Eksekutif

Riset dan Pengembangan Bisnis

Riset dan Pengembangan Bisnis

Perencanaan dan Implementasi Program

Spesialis Komunikasi

Koordinator Keuangan dan Administrasi

Koordinator Keuangan dan Administrasi
Copyright © 2025 Yayasan Bintari All Rights Reserved.