PLN Pusmanpro dan BINTARI Perkuat Ketangguhan Bencana melalui Program Kelurahan Siaga Banjir di Rowosari

 

Semarang, 18 Juni 2026 — Program Kelurahan Siaga Banjir di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, resmi ditutup melalui kegiatan diseminasi hasil dan penutupan program pada Kamis (18/6). Program yang merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Pusmanpro bekerja sama dengan BINTARI ini dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan kelembagaan lokal dalam menghadapi risiko bencana, khususnya banjir.

 

Sejak dilaksanakan pada Desember 2025, program ini telah mendorong berbagai upaya pengurangan risiko bencana berbasis masyarakat. Bersama Kelompok Ketangguhan Bencana (Katana) Rowosari, BINTARI memfasilitasi pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), pemetaan risiko bencana, penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB), serta penyusunan Rencana Aksi Komunitas (RAK) sebagai pedoman kesiapsiagaan dan penanganan bencana di tingkat kelurahan.

 

Peningkatan kapasitas masyarakat juga menjadi fokus utama program. Pada April 2026, sebanyak 100 siswa SDN Rowosari 1 mengikuti kegiatan edukasi kebencanaan yang bertujuan meningkatkan pemahaman mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana serta praktik penggunaan listrik yang aman saat kondisi darurat. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya sadar bencana sejak usia dini.

 

 

Untuk memperkuat kemampuan relawan dan pengurus FPRB, BINTARI bekerja sama dengan PMI dan BPBD Kota Semarang dalam penyelenggaraan berbagai pelatihan, termasuk pertolongan pertama saat bencana, trauma healing, serta mekanisme koordinasi antar pemangku kepentingan. Selain kesiapsiagaan banjir, masyarakat juga mendapatkan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan terhadap risiko kebakaran.

 

Sebagai dukungan terhadap kesiapsiagaan di tingkat komunitas, PLN Pusmanpro turut menyerahkan berbagai peralatan pendukung kebencanaan yang dapat dimanfaatkan saat kondisi darurat. Program ini menunjukkan bahwa penguatan ketangguhan masyarakat memerlukan kombinasi antara pendekatan fisik dan nonfisik, kolaborasi multipihak, serta monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan.

 

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kelurahan Rowosari kini memiliki fondasi yang lebih kuat dalam membangun ketangguhan bencana. Keberadaan dokumen perencanaan kebencanaan, forum kelembagaan yang aktif, serta sumber daya manusia yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan mampu mendukung kesiapsiagaan masyarakat pada tahap pra-bencana, saat tanggap darurat, hingga pascabencana.

Share :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *