BERBAGI PRAKTIK BAIK, KELOMPOK TANI DISABILITAS KARYA MANDIRI MENDAPAT ANTUSIAS LUAR BIASA

 

JAKARTA – Mewakili Kelompok Tani Disabilitas (KTD) Karya Mandiri dalam kegiatan FGD bertema Inventarisasi Masalah Perubahan Iklim dan Upaya Mitigasinya Sebagai Bagian dari Upaya Pembangunan Desa, Supriyati, S.Pd (Kepala Desa Sriwedari), Maghfiroh (Pendamping KTD Karya Mandiri), dan Dwi Suryandari, S.Pd (Ketua Proklim Desa Sriwedari) membagikan praktik baiknya terkait partisipasi kelompok disabilitas dalam upaya adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim. “Disabilitas bukan halangan untuk bisa berkarya dan hidup mandiri, tetaplah kuat agar tumbuh bermanfaat” semangat Dwi Suryandari di Hotel Mercure Jakarta Gatot Subroto, Rabu (24/04/2024).

 

Kelompok Tani Disabilitas (KTD) Karya Mandiri berada di Desa Sriwedari, Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang yang merupakan desa di mana terdapat area rawan longsor. Desa Sriwedari, terutama KTD Karya Mandiri merupakan desa dan kelompok yang didampingi oleh Yayasan BINTARI sejak program Adaptasi Perubahan Iklim/ API- INKLUSIF. Kelompok Tani Disabilitas (KTD) memiliki setidaknya 13 anggota disabilitas yang aktif dalam kegiatan adaptasi dan mitigasi terhadap dampak perubahan iklim di Desa Sriwedari. Mereka memiliki keterbatasan yang berbeda-beda seperti tuna rungu, tuna daksa, tuna wicara dan gangguan mental. Walau dengan keterbatasan tersebut, anggota KTD Karya Mandiri berpartisipasi aktif dalam kegiatan seperti melakukan penanaman pohon yang tahan terhadap perubahan iklim seperti pohon Sengon (Falcataria mollucana) dan tanaman Vetiver (Vetiveria zizanioides) yang dikenal sebagai tanaman alternatif pencegah longsor. Adapun hal ini didukung karena Desa Sriwedari memiliki program kerja agar masyarakat disabilitas dapat produktif dan mandiri dengan memberikan berbagai pelatihan penanaman pohon buah-buahan seperti bibit buah alpukat, bibit kelengkeng, bibit durian, bibit konservasi seperti cemara laut serta pot bunga dari serabut kelapa. Harapannya, penyandang disabilitas dapat menunjang kebutuhannya serta program yang berjalan dapat meningkatkan perekonomian desa dan memberdayakan masyarakat disabilitas. Dalam membagikan praktik baiknya, Dwi Suryandari juga menggarisbawahi upaya yang dilakukan oleh KTD Karya Mandiri telah membawa Desa Sriwedari meraih penghargaan Program Kampung Iklim Utama pada Oktober 2023 lalu.

 

Pada hari kedua, bersama perwakilan desa yang juga telah melaksanakan program mitigasi terhadap dampak perubahan iklim dari provinsi Bangka Belitung, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur yang menghadiri forum tersebut, Supriyati, Maghfiroh, dan Dwi Suryandari melakukan pameran dan promosi produk bibit buah-buahan dan tanaman konservasi yang dihasilkan oleh KTD Karya Mandiri.  “Produk bibit kami mendapatkan antusiasme luar biasa. Bahkan saat perwakilan ADB mengunjungi stand pameran kami, mereka tertarik untuk mengunjungi dan melihat langsung bagaimana kegiatan KTD Karya Mandiri di Desa Sriwedari” pungkas Dwi saat diwawancarai oleh Yayasan Bintari.

Bagikan :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *