Perkuat Pengelolaan Sampah, Mahasiswa UNNES Terlibat Aktif dalam Penyusunan Buku Profil Bank Sampah bersama BINTARI Foundation

Perkuat Pengelolaan Sampah, Mahasiswa UNNES Terlibat Aktif dalam Penyusunan Buku Profil Bank Sampah bersama BINTARI Foundation

  Pengelolaan sampah berbasis komunitas merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan kota yang bersih dan berkelanjutan. Bank Sampah berperan sebagai titik penggerak masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah secara mandiri di tingkat lingkungan (RT, RW, maupun kelurahan). Sebagai bentuk pendokumentasian atas kondisi, aktivitas, dan perkembangan Bank Sampah di Kota Semarang,

Kurangi Sampah Plastik Sekali Pakai, Program Plasma-B Gelar Edukasi, Pembagian Tumbler, Dispenser dan Galon Guna Ulang di SDN 250 Maluku Tengah

Kurangi Sampah Plastik Sekali Pakai, Program Plasma-B Gelar Edukasi, Pembagian Tumbler, Dispenser dan Galon Guna Ulang di SDN 250 Maluku Tengah

  Maluku Tengah, 19 November 2025 – Program PLASMA-B (Program Melindungi Keanekaragaman Hayati Wilayah Maluku Tengah dengan Pengelolaan Sampah Plastik) merupakan inisiatif Yayasan Bina Karta Lestari dengan menggaet organisasi lokal Toma Majo Lease, dengan bantuan pendanaan dari UK OCEAN. Program ini bertujuan untuk menanggulangi permasalahan pencemaran plastik yang mengancam ekosistem

Program Plasma-B Gelar Edukasi Pengurangan, Pemilahan, dan Bahaya Sampah di SDN 211 Maluku Tengah

Program Plasma-B Gelar Edukasi Pengurangan, Pemilahan, dan Bahaya Sampah di SDN 211 Maluku Tengah

Maluku Tengah, 11 November 2025 – Program PLASMA-B (Program Melindungi Keanekaragaman Hayati Wilayah Maluku Tengah dengan Pengelolaan Sampah Plastik) merupakan inisiatif Yayasan Bina Karta Lestari dengan menggaet organisasi local Toma Majo Lease, dengan bantuan pendanaan dari UK OCEAN. Program ini bertujuan untuk menanggulangi permasalahan pencemaran plastik yang mengancam ekosistem darat

BINTARI melalui PLASMA-B : Membentuk Pokja Pengelolaan Sampah di Pulau Saparua, Pulau Banda, dan Pulau Rhun, Maluku Tengah

BINTARI melalui PLASMA-B : Membentuk Pokja Pengelolaan Sampah di Pulau Saparua, Pulau Banda, dan Pulau Rhun, Maluku Tengah

Pulau-pulau kecil di Maluku memiliki wajah indah sekaligus tantangan yang kompleks. Pulau Saparua dan Pulau Banda, yang termasuk dalam Kabupaten Maluku Tengah, saat ini tidak memiliki Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) maupun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Kondisi geografis yang terpisah laut, akses transportasi yang mahal, serta infrastruktur terbatas membuat layanan

Waste Technical Officer

  Program Melindungi Keanekaragaman Hayati Wilayah Maluku Tengah dengan Pengelolaan Sampah Plastik (PLASMA-B)     1. Latar Belakang Kawasan Maluku Tengah merupakan habitat Dugong, Penyu, dan Hiu Martil yang terancam punah. Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan dua Kawasan Konservasi Perairan (KKP) di Maluku Tengah yakni di Kepulauan Banda dan Pulau-pulau

Edukator dan Waste Technical Officer

  Program Melindungi Keanekaragaman Hayati Wilayah Maluku Tengah dengan Pengelolaan Sampah Plastik (PLASMA-B)     Latar Belakang Kawasan Maluku Tengah merupakan habitat Dugong, Penyu, dan Hiu Martil yang terancam punah. Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan dua Kawasan Konservasi Perairan (KKP) di Maluku Tengah yakni di Kepulauan Banda dan Pulau-pulau Lease

FASILITATOR LAPANGAN

    Proyek Peningkatan Kapasitas Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah melalui Pendampingan Kader Masyarakat Dalam Perubahan Perilaku Pengelolaan Sampah JAKARTA – DEPOK – BOGOR   BINTARI merupakan lembaga swadaya masyarakat nasional bergerak dalam perlindungan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Berdiri sejak 1986, BINTARI berupaya menjadi mitra unggul dalam transformasi masyarakat yang berketahanan

Konsultan DKV

  Program Melindungi Keanekaragaman Hayati Wilayah Maluku Tengah dengan Pengelolaan Sampah Plastik (PLASMA-B) Saparua dan Banda Neira, September 2025-Maret 2027     1. Latar Belakang Konteks Program Kawasan Maluku Tengah merupakan habitat Dugong, Penyu, dan Hiu Martil yang terancam punah. Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan dua Kawasan Konservasi Perairan (KKP)

Konsultan Videografer

  Program Melindungi Keanekaragaman Hayati Wilayah Maluku Tengah dengan Pengelolaan Sampah Plastik (PLASMA-B) Saparua dan Banda Neira, September 2025-Maret 2027   1. Latar Belakang Konteks Program Kawasan Maluku Tengah merupakan habitat Dugong, Penyu, dan Hiu Martil yang terancam punah. Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan dua Kawasan Konservasi Perairan (KKP) di

Tenaga Staf Lapangan (Paruh Waktu)

Kami Yayasan BINTARI, sebuah LSM yang bergerak di bidang lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Sejak 1986, kami bekerja bersama pemerintah baik daerah maupun pusat, masyarakat, dan sektor swasta untuk upaya pendidikan lingkungan dan pelestarian daerah aliran sungai, rehabilitasi ekologis dan pemberdayaan masyarakat melalui perbaikan mata pencaharian masyarakat pesisir, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat