• BLOG

Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim di tingkat Tapak Bangunan melalui Pengaturan Luas Bangunan dan Ruang Terbuka Hijau

Apakah anda merasakan suhu semakin panas, banjir lebih sering terjadi, atau air sumur menjadi kering saat musim kemarau? Hal tersebut merupakan dampak perubahan iklim yang nyata kita rasakan di sekitar kita dan juga di belahan dunia lain. Sebagian masalah tersebut berkaitan semakin banyaknya lahan yang tertutup bangunan dan berkurangnya ruang hijau. Perlu langkah kecil kita hari ini untuk berkontribusi dalam

Kader Lokal: Penerjemah Budaya dalam Transformasi Pengelolaan Sampah di Maluku Tengah

Sampah, dalam pandangan Program PLASMA-B bukanlah masalah teknis yang menanti solusi dari luar. Di Maluku Tengah, khususnya di empat negeri yaitu Mahu, Ouw, Tanah Rata, dan Pulau Rhun sampah dipahami sebagai cerminan dari cara hidup komunitas sebagai bagian dari tata sosial dan budaya lokal. Inilah mengapa program ini memulai perjalanannya dengan mengidentifikasi dan melatih para “penerjemah budaya” atau kader lokal

Dulu sama-sama miskin, mengapa beberapa negara Asia ini bisa jauh lebih kaya?

Beberapa negara di Asia memiliki sejarah kemerdekaan dan pasca perang yang serupa. Sama-sama terjajah, kalah perang, terbelakang, dan miskin, dengan beberapa pengecualian. Diantara negara-negara itu, saya ingin membandingkan beberapa negara yang pada tahun 1950an memiliki pendapatan perkapita yang kurang lebih setara. Saya memilih delapan negara Asia yakni Cina, Korea Selatan, Jepang, Filipina, Vietnam, Pakistan, India, dan tentu saja Indonesia.  

Mengupas Isu Sampah dan Keadilan Gender di Banda

Oleh: Ahmad Muzakkir – Gedsi Officer Program Plasma-B BINTARI   Banda: Surga Wisata Tanpa “Toilet” Saya telah menghabiskan kurang lebih 5 bulan di Banda Neira semenjak kedatanganku pada Pertengahan bulan Juni 2025 lalu dan pada 2 bulan pertama saya selalu meluangkan hampir setiap hari berdiri di dermaga Pelabuhan Banda Neira sesaat sebelum mentari memecah kabut di atas laut Banda. Di

Pendidikan yang Menghubungkan Manusia dan Alam

Fenomena bencana alam akibat perubahan cuaca, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir terus mengalami kenaikan. Banjir, longsor, kekeringan seakan-akan telah menjadi kejadian langganan yang harus diterima oleh manusia dan makhluk hidup saat ini. Bencana-bencana akibat perubahan iklim terus meningkat dari tahun ke tahun akibat terus meningkatnya konsentrasi Gas Rumah Kaca (GRK) di atmosfer yang mengakibatkan pemanasan global dan memicu perubahan

Utopia Bernama Kota Hijau

Indonesia sebagai negara yang terletak di cincin api dunia berisiko penuh terhadap bencana alam seperti gunung meletus dan gempa bumi. Bencana tersebut merupakan bencana alam yang tidak dapat dihindari. Kesiapsiagaan masyarakat sangat penting dalam menghadapi ancaman-ancaman tersebut. Di satu sisi, bencana alam yang disebabkan oleh aktivitas manusia juga telah mengancam masyarakat global, tak terkecuali penduduk Indonesia. Bencana yang sering disebut