Pulau Kecil, Masalah Besar: BINTARI Buka Realita Kebocoran Plastik di Forum Global

 

Hai Phong, Vietnam — Dalam upaya memperkuat kolaborasi regional untuk mengatasi pencemaran plastik laut, Vietnam Maritime University (VMU) bersama Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) dan Norwegian Institute for Water Research (NIVA), di bawah fase kedua proyek ASEAN–Norwegian Cooperation Project on Regional Capacity Building for Reducing Plastic Pollution, menyelenggarakan International Conference on Marine Plastic Pollution pada 21–23 April 2026 di Hai Phong, Vietnam.

 

Konferensi ini mempertemukan peneliti, pembuat kebijakan, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk berbagi temuan ilmiah, pengalaman kebijakan, serta solusi praktis dalam penanganan pencemaran plastik laut, khususnya di kawasan ASEAN. Forum ini juga bertujuan memperkuat dialog berbasis ilmu pengetahuan dan kebijakan melalui pendekatan lintas disiplin serta pembelajaran kolaboratif. Panitia mendorong partisipasi aktif melalui pengiriman makalah ilmiah dan poster.

 

Dalam forum internasional tersebut, organisasi lingkungan Indonesia, BINTARI Foundation, turut berkontribusi dengan mempresentasikan hasil riset dan pengalaman implementasi dari program Plasma-B (Plastic Waste Management for Biodiversity Protection) yang dilaksanakan di Maluku Tengah.

 

 

BINTARI memaparkan tiga makalah yang menyoroti tantangan dan peluang pengelolaan sampah plastik di wilayah kepulauan kecil, yaitu:

“Mengapa Kebocoran Sampah Plastik Masih Persisten: Studi Kasus Pulau Banda, Indonesia”
Makalah ini mengulas faktor-faktor yang menyebabkan kebocoran sampah plastik tetap terjadi meskipun berbagai intervensi telah dilakukan, termasuk keterbatasan sistem pengelolaan dan perilaku masyarakat.

 

“Bridging Behavioral Readiness and System Constraints: A Comparative SBCC Analysis of Household Waste”
Studi ini menganalisis kesenjangan antara kesiapan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dengan keterbatasan sistem yang tersedia, menggunakan pendekatan Social and Behavior Change Communication (SBCC).

 

“Waste Financial Gaps in Tackling Marine Plastic Leakage in Small Islands: Evidence from Tanah Rata Village, Banda Islands, Maluku, Indonesia”
Makalah ini menyoroti kesenjangan pembiayaan dalam pengelolaan sampah di pulau kecil, serta implikasinya terhadap upaya pengurangan kebocoran sampah plastik ke laut.

 

Partisipasi BINTARI dalam konferensi ini menegaskan pentingnya pendekatan berbasis bukti dan konteks lokal dalam merancang solusi pengelolaan sampah plastik, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis dan kelembagaan yang unik.

 

Melalui forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih kuat antara negara-negara ASEAN dan mitra internasional dalam mengurangi pencemaran plastik laut secara sistematis dan berkelanjutan.

Bagikan :

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *