{"id":6114,"date":"2024-09-28T15:33:29","date_gmt":"2024-09-28T08:33:29","guid":{"rendered":"https:\/\/bintari.or.id\/?p=6114"},"modified":"2024-09-28T15:33:29","modified_gmt":"2024-09-28T08:33:29","slug":"inisiasi-kerja-sama-para-pihak-di-circular-economy-forum-jawa-tengah-2024","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bintari.or.id\/en\/inisiasi-kerja-sama-para-pihak-di-circular-economy-forum-jawa-tengah-2024\/","title":{"rendered":"Inisiasi Kerja Sama Para Pihak di Circular Economy Forum Jawa Tengah 2024"},"content":{"rendered":"<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-6117\" src=\"https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5166-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1707\" srcset=\"https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5166-scaled.jpg 2560w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5166-300x200.jpg 300w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5166-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5166-768x512.jpg 768w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5166-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5166-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5166-18x12.jpg 18w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5166-600x400.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Rabu, 25 September 2024, di Kota Semarang diselenggarakan Forum Ekonomi Sirkular untuk Sampah Kemasan. Forum yang mempertemukan para pihak dari unsur pemerintah, swasta, NGO, akademisi, media, dan kelompok masyarakat dari Kabupaten &amp; Kota Semarang ini merefleksikan peran para pihak, memaparkan tantangan, dan memberi usulan strategi agar sirkularitas sampah kemasan semakin baik untuk menjamin keberlanjutan lingkungan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ninik Damiyanti, Kabid Pengelolaan Sampah DLHK Jateng, membuka Forum Ekonomi Sirkular ini, \u201cSaat ini Indonesia telah memiliki indikator pembangunan 2045 di sektor persampahan, yaitu persentase pengolahan sampah (<em>material recovery<\/em>) dan persentase daur ulang sampah (<em>recycling<\/em>). Mari, manfaatkan forum ini untuk berdiskusi mewujudkan ekonomi sirkular di Jateng\u201d. Berevolusi dari pendekatan ekonomi linear, ekonomi sirkular berupaya memperpanjang siklus hidup dari sumber daya agar dapat dipakai selama mungkin (LCDI Bappenas, 2018). Ekonomi sirkular dimulai dari kegiatan produksi kemasan, penggunaan kemasan oleh pengisi, pemilik merek &amp; importir, pendistribusian, konsumsi isi kemasan, pengumpulan &amp; pemilahan kemasan, hingga daur ulang kemasan untuk kembali memasok bahan mentah untuk produksi kemasan. Dengan demikian, kerja sama erat para pihak mutlak dibutuhkan untuk menjamin rantai ini berjalan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cPendekatan penta-helix kelihatannya tidak cukup; perlu menambahkan pihak agregator, tokoh penggerak setempat, perbankan, dan publik, sehingga menjadi nona-helix\u201d, kata Armytanti, Regional Public Affairs Manager PT CCEP. \u00a0Sejalan dengan usulan itu, Fuad Muhammad, Dosen Magister Ilmu Lingkungan UNDIP, mengemukakan bahwa merubah pola pikir masyarakat dan meningkatkan kapasitas tokoh penggerak menjadi hal kunci untuk mewujudkan pengelolaan sampah berkelanjutan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Forum ekonomi sirkular ini dilanjutkan dengan diskusi kelompok per sektor yang difasilitasi oleh Yayasan BINTARI. Pada sesi diskusi pertama, peserta diminta untuk mengidentifikasi dan memetakan peran yang sudah dilakukan dalam rantai ekonomi sirkular sampah kemasan. Pihak swasta di Kabupaten Semarang teridentifikasi telah memiliki beberapa praktik baik di rantai ekonomi sirkular, misalnya: PT Java Egg tidak hanya sebagai pengguna kemasan, tetapi juga telah berperan pada pengumpulan dengan membina bank sampah sejak 2017; PT Sidomuncul memperluas perannya dengan mengubah desain kemasan: Semula berupa <em>sachet<\/em>, kini berupa botol <em>soft capsule<\/em>; PT CCEP berkomitmen menjalankan tanggung jawab produsen yang diperluas (EPR) dengan mendirikan pabrik daur ulang untuk kemasan PET.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6115\" aria-describedby=\"caption-attachment-6115\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-6115 size-full\" src=\"https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5169-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1707\" srcset=\"https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5169-scaled.jpg 2560w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5169-300x200.jpg 300w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5169-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5169-768x512.jpg 768w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5169-1536x1024.jpg 1536w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5169-2048x1365.jpg 2048w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5169-18x12.jpg 18w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/IMG_5169-600x400.jpg 600w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6115\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 1. Pemetaan Peran Para Pihak dalam Rantai Ekonomi Sirkular Sampah Kemasan<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada sesi diskusi kedua, tantangan\/masalah berhasil digali: rendahnya kesadaran memilah dari sumber, program-program pemerintah daerah kurang terintegrasi dan berkelanjutan, dan persaingan pengumpulan dengan sektor informal. Pemerintah diharapkan dapat menegakkan peraturan dengan pemberian hukuman bagi pihak yang tidak memilah dan kesediaan mengatur atau memformalkan kegiatan daur ulang yang dilakukan sektor informal.<\/p>\n<figure id=\"attachment_6116\" aria-describedby=\"caption-attachment-6116\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-6116 size-full\" src=\"https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20240925_135812-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1920\" srcset=\"https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20240925_135812-scaled.jpg 2560w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20240925_135812-300x225.jpg 300w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20240925_135812-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20240925_135812-768x576.jpg 768w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20240925_135812-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20240925_135812-2048x1536.jpg 2048w, https:\/\/bintari.or.id\/wp-content\/uploads\/2024\/09\/20240925_135812-16x12.jpg 16w\" sizes=\"(max-width: 2560px) 100vw, 2560px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-6116\" class=\"wp-caption-text\">Gambar 2. Partisipasi Pengurus Lembaga Pengelola Sampah Dusun Senden Desa Jatijajar dampingan BINTARI dan CCEP<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify;\">Hasil Forum Ekonomi Sirkular ini memang belum sampai pada komitmen bersama para pihak. Namun, forum ini berhasil memperkaya pemahaman para peserta, termasuk Warga Dusun Senden Desa Jatijajar, bahwa kegiatan pengumpulan sampah ternyata hanya sebagian dari ekonomi sirkular. Para pihak yang hadir mengusulkan agar ke depannya Bappeda Kabupaten\/Kota dapat menjadi <em>leading sector<\/em> membentuk Pokja Ekonomi Sirkular, kemudian mengadakan forum-forum berkelanjutan secara reguler untuk meningkatkan kerja sama dan menunjang ekosistem daur ulang di daerah (KP).<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Rabu, 25 September 2024, di Kota Semarang diselenggarakan Forum Ekonomi Sirkular untuk Sampah Kemasan. Forum yang mempertemukan para pihak dari unsur pemerintah, swasta, NGO, akademisi, media, dan kelompok masyarakat dari Kabupaten &amp; Kota Semarang ini merefleksikan peran para pihak, memaparkan tantangan, dan memberi usulan strategi agar sirkularitas sampah kemasan<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":6117,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":"","_links_to":"","_links_to_target":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-6114","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bintari.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6114","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bintari.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bintari.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bintari.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bintari.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6114"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/bintari.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6114\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6121,"href":"https:\/\/bintari.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6114\/revisions\/6121"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bintari.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6117"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bintari.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6114"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bintari.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6114"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bintari.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6114"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}